Tim SAR gabungan bersama masyarakat terus mengintensifkan penyisiran di seluruh area yang diduga menjadi lokasi korban.
NATUNA — Pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Subi memasuki hari keempat, Senin, 22 Juni 2026. Tim SAR gabungan bersama masyarakat terus mengintensifkan penyisiran di seluruh area yang diduga menjadi lokasi korban.
Sejak hari pertama, sinergi antara Tim SAR gabungan di lingkungan pemerintah, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia/HNSI Kecamatan Subi, dan masyarakat nelayan setempat menjadi kekuatan utama operasi. Armada kapal nelayan yang digerakkan HNSI Subi tidak berkurang, menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sesama pelaut.
“Hingga hari keempat ini, semangat gotong royong masyarakat Subi tidak surut. Kapal-kapal nelayan yang dikoordinasikan HNSI terus melaut bersama Tim SAR untuk menyisir perairan. Ini wujud nyata kuatnya solidaritas antarpelaut di Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.

Kantor SAR Natuna memimpin operasi dan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor. Pembagian sektor dilakukan agar penyisiran lebih terfokus dan optimal.
Kepala Kantor SAR Natuna menegaskan, operasi akan terus dilanjutkan selama masih ada peluang korban ditemukan. “Kami bersama HNSI Subi dan seluruh unsur terkait berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap Arif. Evaluasi, pemanfaatan sumber daya unsur SAR lokal, serta perluasan area terus kami lakukan agar upaya pencarian lebih maksimal,” tegasnya.
Pencarian hari keempat difokuskan pada penyisiran laut dengan mengoptimalkan keterlibatan kapal nelayan binaan HNSI Subi. Tim SAR gabungan berharap dukungan dan doa masyarakat agar korban segera ditemukan. (Mhr) / Rilis