<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://natuna.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://natuna.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:07:43 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[SEMANGAT KEMERDEKAAN, SAR NATUNA APRESIASI PERAN STRATEGIS MEDIA DALAM MISI KEMANUSIAAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/semangat-kemerdekaan-sar-natuna-apresiasi-peran-strategis-media-dalam-misi-kemanusiaan</link>
                <description><![CDATA[<p>*NATUNA, 15 Agustus 2026.* Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada awak media di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas atas dukungannya dalam menyebarluaskan informasi berbagai program kegiatan SAR.</p>
<p>Rangkaian keberhasilan program kerja Kantor SAR Natuna, baik di Kabupaten Natuna maupun Kabupaten Kepulauan Anambas, tidak terlepas dari peran dan kontribusi media. Berkat pemberitaan yang mencerahkan dan terarah, informasi keselamatan dapat menjangkau masyarakat hingga ke wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar.</p>
<p>Menurut Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, peran media di Natuna dan Anambas sangat sentral dalam mendukung seluruh program kerja, mulai dari pelaksanaan latihan, pelatihan, hingga operasi SAR.&nbsp;</p>
<p>"Di momentum HUT ke-81 RI dengan tema 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur', kami percaya kedaulatan dimulai dari hal kecil, termasuk keselamatan di laut. Peran media telah membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan sejak dini. Buktinya, semakin banyak sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, yang melibatkan Kantor SAR Natuna untuk memberikan pengetahuan dan edukasi. Ini juga merupakan bagian dari tugas Basarnas, yaitu pemasyarakatan SAR," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Ia juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan. Menurutnya, penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan berimbang menjadi kunci kelancaran pelaksanaan latihan maupun operasi SAR.</p>
<p>"Kami menilai, dalam beberapa operasi SAR terkait kecelakaan kapal beberapa waktu lalu, peran media sangat vital. Informasi mengenai kejadian dapat segera tersebar, sehingga masyarakat hingga aparat pemerintah dapat langsung mengetahui dan bertindak apabila terjadi di sekitarnya," ucap Abdul Rahman.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran media dalam setiap tugas kemanusiaan merupakan wujud nyata kemitraan strategis antara insan SAR dan pers. Media tidak hanya berfungsi sebagai penyebar informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang mempertemukan operasi di lapangan dengan masyarakat luas.&nbsp;</p>
<p>"Melalui pemberitaan yang cepat dan berimbang, media membantu menumbuhkan kepedulian publik, mendorong partisipasi masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini penting agar nilai-nilai kemanusiaan dan pesan keselamatan dapat mengakar, sehingga budaya sadar selamat dapat terwujud di tengah masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Natuna dan Anambas, demi Indonesia yang berdaulat," pungkasnya. Mhr/Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12300</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:07:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BENTANG BENDERA 20 METER DI PUNCAK BUKIT, SAR NATUNA GAUNGKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN HINGGA KE PERBATASAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/bentang-bendera-20-meter-di-puncak-bukit-sar-natuna-gaungkan-semangat-kemerdekaan-hingga-ke-perbatasan</link>
                <description><![CDATA[<p>BENTANG BENDERA 20 METER DI PUNCAK BUKIT, SAR NATUNA GAUNGKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN HINGGA KE PERBATASAN</p>
<p>NATUNA. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melalui Unit Siaga SAR Pulau Laut menggaungkan semangat kemerdekaan dengan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 20 meter, Sabtu, 15 Agustus 2026.</p>
<p>Unit Siaga SAR Pulau Laut melaksanakan pembentangan bendera di dua titik lokasi. Titik pertama, pengibaran dilaksanakan di atas Bukit Gunung Pakok, Kecamatan Pulau Laut, bersama siswa-siswi Pramuka se-Kecamatan Pulau Laut. Titik kedua berada di lokasi pantai depan Pos AL Pulau Laut, Desa Air Payang, Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Pengibaran bendera Merah Putih yang terbentang sepanjang 20 meter menjadi simbol kekuatan nasionalisme personel SAR di pulau terluar. Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026 mengusung tema &ldquo;Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur&rdquo;, sejalan dengan semangat nasionalisme pihaknya di perbatasan utara Indonesia.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_4042120711786801196785.jpg" width="969" height="545"></p>
<p>Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya berkoordinasi dan berperan aktif bersama unsur Forkopimcam Pulau Laut, di antaranya melibatkan Satgas Marinir Pulau Sekatung, Pos AL Pulau Laut, Koramil Pulau Laut, Polsek Pulau Laut, Camat Pulau Laut beserta jajaran, tokoh masyarakat dan pengusaha, serta para kepala desa se-Kecamatan Pulau Laut, Pramuka Saka dari tingkat SMA/SMP, dan masyarakat Pulau Laut. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan itu satu, tidak mengenal jarak dan/atau batas wilayah.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengapresiasi keterlibatan dan peran aktif anggotanya bersama-sama masyarakat dan pemerintah Kecamatan Pulau Laut guna menggaungkan semangat kemerdekaan hingga ke ujung negeri.</p>
<p>"Kami mengapresiasi semangat dan dedikasi semua pihak yang bersatu padu dalam memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 hingga ke wilayah-wilayah terdepan dan terluar, yaitu Kecamatan Pulau Laut," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Dari momentum pengibaran bendera Merah Putih peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang dilaksanakan di Kecamatan Pulau Laut, kita belajar arti semangat satu jiwa satu rasa dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Meskipun wilayahnya berada sejauh 95 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Natuna, justru hal ini menjadi penguat semangat patriotisme dan juga nasionalisme di perbatasan.</p>
<p>Model kerja sama atau kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media, atau disebut pentahelix, menjadi modal dan kekuatan yang luar biasa, tidak hanya dalam misi pencarian dan pertolongan, tetapi juga dalam menjaga semangat nasionalisme di jiwa masyarakat hingga generasi muda Kecamatan Pulau Laut. Mhr/Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12299</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:07:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR NATUNA KERAHKAN TIM GABUNGAN CARI KM SAMUDRA JAYA YANG HILANG KONTAK DI PERAIRAN ANAMBAS]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-natuna-kerahkan-tim-gabungan-cari-km-samudra-jaya-yang-hilang-kontak-di-perairan-anambas</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk mencari 1 unit Kapal Motor KM Samudra Jaya Kelautan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.</p>
<p>Kapal barang berukuran 10 GT itu terakhir kali berlayar dari Air Sena, Tarempa, menuju Batam pada Senin, 1 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan. Kapal dijadwalkan tiba di Batam pada Selasa, 2 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, namun hingga kini belum ada kabar.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan, tim SAR dikerahkan setelah laporan hilang kontak diterima pada Senin, 3 Agustus 2026, dari Ketua HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Agustar.&nbsp;</p>
<p>"Begitu menerima laporan, kami langsung kerahkan Pos SAR Anambas dan unsur terkait. Pukul 11.25 WIB, Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 02 Natuna diberangkatkan menuju last known position sekitar 60 NM dari Pos SAR Anambas untuk melakukan pencarian," kata Abdul Rahman.</p>
<p>Dari data sementara diketahui kapal membawa 4 orang anak buah kapal. Keempatnya adalah Samsul Bahri, 54 tahun, Azan, 41 tahun, Awang, 65 tahun, dan Handay Yadi, 40 tahun.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_86674120911786640140789.jpg" width="825" height="619"></p>
<p>Untuk mempercepat pencarian, Kantor SAR Natuna telah mengirimkan telegram koordinasi ke Kantor SAR Tanjungpinang, Lanal Tarempa, SROP Tarempa, SROP Kijang, VTS Batam, dan Bakamla Natuna.&nbsp;</p>
<p>Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Pos SAR Anambas, Lanal Tarempa, BPBD Tarempa, SROP Tarempa, dan HNSI Kabupaten Anambas. Sejumlah peralatan SAR air, medis, dan komunikasi turut dibawa.</p>
<p>Abdul Rahman mengimbau kepada seluruh masyarakat pelaut dan nelayan yang melintas di sekitar perairan Anambas - Tanjungpinang, pada koordinat 02&deg;18.000'N - 105&deg;36.000'E, agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal tersebut.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12298</guid>
                <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 10:10:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[HARI KEDUA OPERASI SAR, HELIKOPTER SIKORSKY PANTAU PERAIRAN ANAMBAS CARI KM SAMUDRA JAYA KELAUTAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/hari-kedua-operasi-sar-helikopter-sikorsky-pantau-perairan-anambas-cari-km-samudra-jaya-kelautan</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA, - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna terus mengintensifkan pencarian terhadap KM Samudra Jaya Kelautan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.&nbsp;</p>
<p>Memasuki hari kedua operasi, Selasa (4/8/2026), pencarian diperkuat dengan pemantauan udara menggunakan helikopter Sikorsky S-76C++, PK-PUW milik PT Medco Energy International Anambas yang dioperasikan Pelita Air Service.</p>
<p>Kapal barang 10 GT itu terakhir berlayar dari Air Sena, Tarempa, menuju Batam pada Senin, 1 Agustus 2026, pukul 09.00 WIB membawa muatan ikan. Kapal dijadwalkan tiba di Batam Selasa, 2 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, namun hingga kini belum ada kabar.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan, dengan adanya dukungan unsur udara, area pencarian bisa diperluas dan penyisiran menjadi lebih cepat.</p>
<p>"Tim telah melaksanakan pemantauan udara di empat titik surveillance dengan rute Matak - empat titik area pencarian - Matak dalam rangka mendukung Operasi SAR hari kedua terhadap KM Samudra Jaya Kelautan. Helikopter mendarat kembali di Matak pukul 11.53 GMT dengan aman," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Dalam misi udara tersebut tujuh personel terlibat, terdiri dari dua pilot, dua personel Basarnas, dan tiga personel BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_58182595411786639581468.jpg" width="793" height="595"></p>
<p>Hasil pemantauan udara hari ini masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun empat orang anak buah kapal. Keempat ABK tersebut yakni Samsul Bahri, 54 tahun, Azan, 41 tahun, Awang, 65 tahun, dan Handay Yadi, 40 tahun.</p>
<p>Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 02 Natuna kembali diberangkatkan menuju area pencarian ke dua namun belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan Kapal yang dicari.</p>
<p>Untuk mempercepat pencarian, Kantor SAR Natuna juga telah mengirimkan telegram koordinasi ke Kantor SAR Tanjungpinang dan MRCC Putra Jaya Malaysia.&nbsp;</p>
<p>Unsur yang terlibat saat ini meliputi Pos SAR Anambas, Lanal Tarempa, Koramil Letung, Polres Anambas, BPBD Tarempa, SROP Tarempa, HNSI Kabupaten Anambas, serta unsur udara PT Medco Energi.&nbsp;</p>
<p>Abdul Rahman menambahkan, kondisi cuaca selama pemantauan relatif mendukung. Angin bertiup dari selatan sekitar 12 knot, jarak pandang 10 kilometer, dan cuaca berawan.</p>
<p>"Meski hasil masih nihil, pencarian akan terus kami maksimalkan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya laut dan udara yang ada hingga keberadaan KM Samudra Jaya Kelautan diketahui," tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat pelaut dan nelayan yang melintas di sekitar perairan Anambas - Tanjungpinang, pada koordinat 02&deg;18.000'N - 105&deg;36.000'E, agar segera melapor jika melihat tanda-tanda keberadaan kapal. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12297</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 05:08:26 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BENDERA MERAH PUTIH 10X6 METER DIKIBARKAN DI BATU DATAR, SAR NATUNA GAUNGKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/bendera-merah-putih-10x6-meter-dikibarkan-di-batu-datar-sar-natuna-gaungkan-semangat-kemerdekaan</link>
                <description><![CDATA[<p>*BENDERA MERAH PUTIH 10X6 METER DIKIBARKAN DI BATU DATAR, SAR NATUNA GAUNGKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN*</p>
<p>NATUNA, - Semarak HUT ke-81 Republik Indonesia terasa hingga ke ujung utara Nusantara. Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna membentangkan bendera Merah Putih raksasa berukuran 10 x 6 meter di kawasan wisata Batu Datar, Tanjung Senubing, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (6/8/2026).</p>
<p>Pembentangan bendera raksasa itu diwujudkan sebagai simbol kebersamaan dan pengingat bahwa menjaga kedaulatan dimulai dari rasa cinta pada tanah air, bahkan di wilayah perbatasan.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti berbagai unsur. Hadir Lanud Raden Sadjad, Kejaksaan Negeri Natuna, BMKG Ranai, RRI Ranai, Bakamla Natuna, dan Ikatan Bidan Indonesia Cabang Natuna. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi cermin bahwa semangat kemerdekaan adalah tanggung jawab bersama.</p>
<p>Komandan Lanud Raden Sadjad Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., turut hadir di tengah pembentangan bendera di salah satu destinasi wisata unggulan Natuna tersebut.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman mengatakan, momentum ini sengaja digelar untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi.&nbsp;</p>
<p>"Ini bukan hanya soal mengibarkan bendera. Ini tentang menumbuhkan semangat persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme. Terutama bagi generasi muda di wilayah perbatasan." ujar Abdul Rahman.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_43125982311786638947659.jpg" width="841" height="631"></p>
<p>Pemilihan lokasi Batu Datar juga memiliki pesan. Kawasan wisata ini sengaja dipilih untuk memperkenalkan keindahan Natuna kepada masyarakat luas. Semangat kebangsaan dipadukan dengan promosi wisata diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Natuna sebagai destinasi di beranda terdepan Indonesia.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi pelajaran penting. Patriotisme bisa diwujudkan dengan hal sederhana: menghormati dan menjaga persatuan dan bangga memperkenalkan destinasi wisata lokal di daerahnya.</p>
<p>Di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan, kegiatan seperti ini mengingatkan bahwa Negara hadir. Dan kehadiran Negara terasa paling nyata ketika seluruh elemen bangsa bergerak bersama dalam satu nafas: Indonesia.</p>
<p>"Dirgahayu Republik Indonesia. Mari kita isi kemerdekaan dengan terus berkarya," tutup Abdul Rahman. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12296</guid>
                <pubDate>Sun, 13 Sep 2026 19:21:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[OPERASI SAR KM SAMUDRA JAYA KELAUTAN DITUTUP, 4 ABK DITEMUKAN SELAMAT DI PERAIRAN MALAYSIA]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/operasi-sar-km-samudra-jaya-kelautan-ditutup-4-abk-ditemukan-selamat-di-perairan-malaysia</link>
                <description><![CDATA[<p>*ANAMBAS,* - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KM Samudra Jaya Kelautan yang hilang kontak di Perairan Kepulauan Anambas resmi ditutup. Memasuki hari keenam operasi, Sabtu (8/8/2026), sebanyak 4 orang anak buah kapal dinyatakan selamat setelah ditemukan dan dievakuasi kapal nelayan Malaysia.</p>
<p>Kapal barang 10 GT itu berangkat dari Air Sena, Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuju Batam pada Senin (1/8/2026) pukul 09.00 WIB dengan membawa muatan ikan. Sesuai rencana, kapal dijadwalkan tiba di Batam pada Selasa (2/8/2026) pukul 08.00 WIB. Namun hingga laporan diterima, kapal tidak kunjung memberi kabar.</p>
<p>Berdasarkan pemutakhiran kronologi, KM Samudra Jaya Kelautan mengalami kerusakan mesin pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026, sekitar 36 NM atau 6 jam dari Pulau Berakit, Bintan. Tanpa daya dorong, kapal kemudian hanyut terbawa arus ke utara hingga memasuki perairan Malaysia. Pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, kapal dilaporkan pecah dan tenggelam.</p>
<p>Empat orang ABK berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan Malaysia bernomor PAF 5061 pada Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia. Keempatnya adalah Samsul Bahri, 54 tahun, asal Air Asuk; Azan, 41 tahun, asal Teluk Siantan; Awang, 65 tahun, asal Air Sena; dan Handay Yadi, 40 tahun, asal Kuala Maras.</p>
<p>Koordinasi tim SAR lintas negara menjadi kunci. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, pukul 18.40 WIB, Kantor SAR Natuna melalui Pos SAR Anambas berhasil melakukan kontak dengan salah satu korban. Keesokan harinya, Sabtu (8/8/2026) pukul 05.30 waktu Malaysia atau 04.30 WIB, seluruh kru tiba di Dermaga LKIM Kuantan. Saat ini seluruh korban berada dalam penanganan sementara MRSC Kuantan dan dalam proses pemenuhan dokumen dasar di Markas Besar Maritim Negara Bagian Pahang.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_29203597711786637869375.jpg"></p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Abdul Rahman mengatakan, penutupan operasi dilakukan setelah seluruh korban dipastikan selamat.&nbsp;</p>
<p>"Hingga pagi tadi, setelah berkoordinasi dengan MRSC Kuantan, kami telah memastikan seluruh kru KM Samudra Jaya Kelautan yang berjumlah 4 orang telah tiba dengan selamat di Dermaga LKIM Kuantan. Saat ini kami tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas maupun pihak MRSC Kuantan terkait proses-proses lebih lanjut," jelas Abdul Rahman.</p>
<p>Operasi SAR hari keenam telah selesai dilaksanakan dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur dikembalikan kepada satuan masing-masing. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada _Maritime Rescue Coordination Centre_ (MRCC) Putrajaya dan _Maritime Rescue Sub Centre_ (MRSC) Kuantan, serta seluruh unsur SAR di dalam negeri yang telah bekerja maksimal.</p>
<p>Dalam operasi ini, Kantor SAR Natuna juga melibatkan sejumlah unsur dan alut laut serta udara. Mulai dari RIB 02 Natuna, KRI, hingga dukungan helikopter Sikorsky S-76C++ PK-PUW milik PT Medco Energy dan sejumlah kapal nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemda Anambas, TNI, Polri, BPBD, SROP, dan HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas.&nbsp;</p>
<p>Saat ini Kantor SAR Natuna bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tengah membangun komunikasi dengan otoritas terkait untuk proses pemulangan 4 warga negara Indonesia tersebut ke tanah air.</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan pelaut sangat bergantung pada kesiapan alat komunikasi hingga alat pemancar sinyal marabahaya seperti EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon).&nbsp;(Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12295</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:07:43 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BENDERA MERAH PUTIH 10X6 METER KEMBALI DIKIBARKAN DI PULAU SAHI NATUNA]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/bendera-merah-putih-10x6-meter-kembali-dikibarkan-di-pulau-sahi-natuna</link>
                <description><![CDATA[<p>*NATUNA,* - Rangkaian pengibaran bendera Merah Putih raksasa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia masih terus berlanjut di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.</p>
<p>Kali ini Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bersama Lanud Raden Sadjad, Kejaksaan Negeri Natuna, Yon Arhanud 14 Pasgat, BMKG Ranai, Stasiun Bakamla Natuna, RRI Ranai, dan IBI Cabang Natuna membentangkan bendera Merah Putih berukuran 10 x 6 meter di Pulau Sahi, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_68684029211786637216709.jpg" width="830" height="553"></p>
<p>Hadir langsung memimpin rangkaian pengibaran, Komandan Lanud Raden Sadjad Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., di tengah seluruh peserta pembentangan bendera di salah satu destinasi wisata unggulan Natuna tersebut.</p>
<p>Dalam proses pembentangan di tebing Pulau Sahi, Kepala Kantor SAR Natuna Abdul Rahman, S.E., bersama Danyon Arhanud 14 Pasgat Letkol Pas Erwan Hidayat, S.I.P., M.Tr.Mil., secara langsung melaksanakan pengibaran dengan cara rappelling di tebing berketinggian 40 mdpl.</p>
<p>Rangkaian pengibaran tersebut masih menjadi bagian utama dari peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Natuna.</p>
<p>Lebih lanjut, Abdul Rahman mengatakan lokasi tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Setelah Batu Datar, Teluk Depeh, dan Puncak Gunung Ranai, kini giliran Pulau Sahi. Selain untuk memperingati momentum kemerdekaan dengan cara berbeda, pihaknya juga ingin terus memperkenalkan berbagai objek geowisata yang ada di Natuna sebagai daya tarik daerah.</p>
<p>"Kami secara bersama-sama mengusung rangkaian kegiatan peringatan momentum HUT ke-81 RI sekaligus ingin memperkenalkan berbagai objek geowisata di Kabupaten Natuna," terang Abdul Rahman.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_97810913121786637251634.jpg" width="833" height="555"></p>
<p>Ia juga menjelaskan, pembentangan bendera raksasa itu diwujudkan sebagai simbol kebersamaan dan pengingat bahwa menjaga kedaulatan dimulai dari rasa cinta pada tanah air, bahkan di wilayah perbatasan.</p>
<p>Mengingat tema peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", kegiatan ini mencerminkan semangat kerja nyata pemerintah dan rakyat untuk mewujudkan bangsa yang maju, adil, serta makmur bersama. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12294</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 07:07:39 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[112 MIL MERAH PUTIH MENGARUNGI LAUT NATUNA, KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN NATUNA PERKUAT SEMANGAT NASIONALISME DI UJUNG NEGERI.]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/112-mil-merah-putih-mengarungi-laut-natuna-kantor-pencarian-dan-pertolongan-natuna-perkuat-semangat-nasionalisme-di-ujung-negeri</link>
                <description><![CDATA[<p>*NATUNA, - Di tengah deru ombak dan angin perbatasan, semangat pengabdian kemanusiaan kembali dikobarkan. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menggagas merah putih mengarungi Pulau Bunguran Besar dengan perahu karet (Rubber Boat), Rabu (12/8/2026).</p>
<p>Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian SAR Natuna di ujung negeri. SAR Natuna hadir tidak hanya sebagai garda terdepan dalam operasi pencarian dan pertolongan, tetapi juga sebagai penguat rasa nasionalisme dan kepedulian kepada masyarakat pesisir.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_67482582811786636572080.jpg" width="799" height="532"></p>
<p>"Tidak sekadar berlayar. Kami ingin hadir bersama masyarakat, khususnya para nelayan. Dengan membagikan bendera Merah Putih di tengah laut, kami ingin terus membangun semangat rasa cinta tanah air. Di saat yang sama kami juga memberikan edukasi tentang pentingnya alat keselamatan saat berlayar," ujar Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.</p>
<p>*MENYATUKAN LAUTAN UNTUK KEDAULATAN*<br>Rute sepanjang 112 mil laut ditempuh dengan menyinggahi beberapa pelabuhan, dari Pelabuhan Penagi, Pelabuhan Teluk Buton, Pelabuhan Klarik, dan Pelabuhan Selat Lampa, sebelum kembali ke Pelabuhan Penagi.</p>
<p>Sebanyak 20 personel SAR yang terlibat berlayar di laut, didukung 10 personel lainnya di darat. Sinergi ini membuktikan bahwa tugas kemanusiaan adalah kerja kolektif dan tanggung jawab bersama.</p>
<p>Dua unit alut digunakan, yaitu Rubber boat jenis Avon bermesin 40 PK dan Slingger bermesin 30 PK. Seluruh personel dilengkapi life jacket dan radio komunikasi sebagai bentuk komitmen "Zero Accident" dalam setiap misi SAR.</p>
<p>*EDUKASI DAN MOTIVASI UNTUK NELAYAN PERBATASAN*<br>Di setiap titik singgah, personel tidak hanya membagikan bendera, tetapi juga mengedukasi nelayan tentang prakiraan cuaca, penggunaan alat keselamatan, dan nomor darurat SAR nasional 115.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_9062683321786636656682.jpg" width="809" height="455"></p>
<p>"Menjadi wujud nyata semangat nasionalisme insan SAR untuk negeri di tengah-tengah masyarakat pada peringatan HUT RI ke 81" tegas Abdul Rahman.</p>
<p>Peringatan HUT ke-81 RI tahun 2026 mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Melalui estafet sailing ini, SAR Natuna ingin menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan persatuan, kepedulian, dan semangat menjaga NKRI dari pulau terluar. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12293</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 00:45:57 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR ingatkan pentingnya peluit, senter, cermin saat di laut dan hutan]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan</link>
                <description><![CDATA[<p>Natuna - Kantor SAR Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun hutan agar selalu membawa perlengkapan sederhana seperti peluit, senter, dan cermin, untuk menunjang keselamatan.</p>
<p>Kepala SAR Natuna Abdul Rahman saat dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan kondisi alam di wilayah Natuna dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di laut dan kawasan hutan.</p>
<p>Menurut dia, benda-benda sederhana tersebut memiliki peran penting dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan saat kondisi darurat terjadi.</p>
<p>&ldquo;Peluit, senter, dan cermin, dapat menjadi alat komunikasi darurat ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan dalam kondisi darurat, sinyal bahaya dapat disampaikan menggunakan peluit maupun cahaya untuk mempermudah tim penyelamat menemukan lokasi korban lebih cepat atau menjadi penanda bahwa seseorang sedang berada dalam situasi genting dan membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Kode darurat dengan menggunakan ketiga alat itu dinilai lebih efektif karena bersifat umum, sehingga dapat dipahami oleh siapa saja tanpa bergantung pada bahasa maupun jaringan komunikasi.</p>
<p>Peluit merupakan kode yang bisa ditangkap melalui pendengaran. Untuk penggunaannya, sinyal darurat disampaikan melalui bunyi dengan pola tiga kali tiupan pendek, tiga kali tiupan panjang, lalu tiga kali tiupan pendek lagi.</p>
<p>Melalui pola tersebut, tim penyelamat maupun orang di sekitar dapat mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang meminta pertolongan atau berada dalam kondisi darurat.</p>
<p>Sementara itu senter dan cermin digunakan sebagai sinyal darurat melalui cahaya yang dapat ditangkap dengan penglihatan.</p>
<p>Cahaya senter dapat digunakan pada malam hari atau saat kondisi berkabut. Sedangkan cermin dimanfaatkan untuk memantulkan cahaya matahari, bulan, atau sumber cahaya lain ke arah sekitar maupun ke udara sebagai penanda lokasi.</p>
<p>Pola isyarat yang diberikan mirip dengan bunyi, yakni tiga kali kedipan cahaya pendek, tiga kali panjang dan kembali pada kedipan pendek.</p>
<p>&ldquo;Jika hanya menggunakan suara dengan berteriak meminta tolong, itu tidak terlalu efektif karena biasanya hanya terdengar sekitar 50 meter dan bisa tertutup suara ombak laut maupun angin. Selain itu penggunaan alat seperti peluit juga tidak membutuhkan banyak tenaga,&rdquo; katanya.</p>
<p>Selain membawa perlengkapan sederhana tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menyiapkan alat keselamatan lain, seperti pelampung dan radio komunikasi saat melaut.</p>
<p>Ia menyampaikan pemberitahuan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat sebelum berangkat, baik saat pergi melaut maupun masuk ke kawasan hutan, juga merupakan hal penting lain yang perlu dilakukan.</p>
<p>&ldquo;Pastikan peralatan dalam kondisi baik dan hindari beraktivitas seorang diri. Kesiapan sebelum berangkat sangat penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat,&rdquo; ujar Abdul Rahman.<br><br>Mengutip ulang artikel dari sumber : <a href="https://www.antaranews.com/berita/5580529/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan">https://www.antaranews.com/berita/5580529/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan</a></p>
<p>Mengutip ulang gambar dari sumber : <a href="https://ariranews.com/24/05/2026/sar-natuna-edukasi-masyarakat-soal-pentingnya-alat-keselamatan-sederhana/">https://ariranews.com/24/05/2026/sar-natuna-edukasi-masyarakat-soal-pentingnya-alat-keselamatan-sederhana/</a>&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12292</guid>
                <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 19:14:33 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR NATUNA BERIKAN WORKSHOP PENGETAHUAN DASAR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DI AIR HINGGA PERTOLONGAN MEDIS DASAR]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-natuna-berikan-workshop-pengetahuan-dasar-pencarian-dan-pertolongan-di-air-hingga-pertolongan-medis-dasar</link>
                <description><![CDATA[<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna memberikan workshop pengetahuan dasar tentang pencarian dan pertolongan serta penanggulangan kebakaran pada rangkaian kegiatan Program Kerja Bakti di Ujung Utara 2026 yang digunakan oleh Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga. Selasa (28/7/2026).&nbsp;</span></span></p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_93361313511785379899390.jpg" width="665" height="443"></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan generasi muda di wilayah kepulauan terhadap potensi kecelakaan, khususnya kecelakaan di perairan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan materi yang diberikan mencakup pengenalan tugas dan fungsi Basarnas, teknik pertolongan di air hingga pertolongan medis dasar.&nbsp;</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia menambahkan, kehadiran peran Universitas Airlangga dalam hal ini menggandeng Kantor SAR Natuna dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna untuk memberikan workshop keselamatan kepada pelajar SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut patut mendapat apresiasi. &nbsp;</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">&ldquo;Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Melalui kerja sama dengan Damkar, perguruan tinggi, dan sekolah, kami ingin terus berbagi pengetahuan tentang keselamatan,&rdquo; kata Abdul Rahman.</span></span></p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_19384595021785379918535.jpg" width="672" height="504"></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi, praktik langsung di lapangan, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan foto bersama. Peserta yang terdiri dari pelajar UNAIR dan pelajar SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut tampak antusias mengikuti kegiatan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kantor SAR Natuna mendukung kegiatan serupa dapat menjadi teladan dalam penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi kecelakaan di perairan maupun kondisi darurat keselamatan lainnya di wilayah Kabupaten Natuna. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesiapan dan keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri dan orang lain saat terjadi kedaruratan. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(Mhr) / Rilis.</span></span></strong></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12291</guid>
                <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 13:30:49 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR NATUNA DAN UPBU LETUNG ANAMBAS SEPAKAT PERKUAT KOORDINASI SAR DI WILAYAH  KEPULAUAN ANAMBAS]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-natuna-dan-upbu-letung-anambas-sepakat-perkuat-koordinasi-sar-di-wilayah-kepulauan-anambas</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menandatangani Nota Kesepakatan Koordinasi Operasional dengan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Letung Anambas, Selasa (28/7/2026). Kesepakatan ini mengatur koordinasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara di wilayah Anambas dan sekitarnya.</p>
<p>Penandatanganan dilakukan di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan nota kesepakatan ini menjadi pedoman bersama untuk mempercepat pertukaran data dan informasi saat terjadi kedaruratan terhadap penerbangan sipil.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_24794246311785378580069.jpg" width="963" height="642"></p>
<p>"Wilayah udara kepulauan anambas menjadi salah satu wilayah udara dengan aktifitas padat penerbangan. Koordinasi yang cepat dan tepat antara SAR dan otoritas bandara sangat menentukan keberhasilan penanganan kedaruratan pencarian dan pertolongan" ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Nota kesepakatan ini didasarkan pada tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga. Kantor SAR Natuna memiliki wilayah kerja sesuai Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Wilayah Pencarian dan Pertolongan. Sementara UPBU Kelas III Letung Anambas menjalankan tugas sesuai Peraturan Menteri Perhubungan.</p>
<p>Tujuan utama kesepakatan adalah mengoptimalkan koordinasi dan pertukaran informasi terkait penanganan pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara secara cepat, tepat, efektif, dan efisien sesuai peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan mekanisme komunikasi darurat serta kesiapsiagaan SAR pada kondisi darurat.</p>
<p>Dalam pelaksanaan operasi, kedua pihak wajib saling memberikan informasi melalui alat komunikasi yang tersedia. Hal ini untuk memastikan kecepatan respons yang tinggi saat menerima laporan kecelakaan. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12290</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 13:20:53 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA DAN IBI JALIN KERJA SAMA STRATEGIS PERKUAT PENANGANAN KEDARURATAN KELOMPOK RENTAN DI WILAYAH 3T]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-dan-ibi-jalin-kerja-sama-strategis-perkuat-penanganan-kedaruratan-kelompok-rentan-di-wilayah-3t</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Natuna, Selasa (28/7/2026) di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Perjanjian ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat sistem tanggap darurat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan menempatkan keselamatan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir sebagai prioritas utama.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi kondisi geografis Natuna dan Anambas sebagai daerah kepulauan yang rawan bencana dan kecelakaan. Akses ke fasilitas kesehatan rujukan kerap terkendala jarak dan waktu tempuh melalui laut.</p>
<p>"Memandang perlunya keterpaduan, sinergi, dan pemanfaatan potensi keahlian masing-masing, kami bersinergi dengan IBI untuk memastikan tidak ada korban dari kelompok rentan yang tertinggal saat kondisi darurat," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Melalui PKS ini, kedua pihak akan mengintegrasikan fungsi pencarian dan pertolongan dengan pelayanan kesehatan dasar. Kehadiran tenaga medis terdepan, khususnya bidan, dinilai sangat penting dalam penanganan awal kegawatdaruratan medis di lapangan, baik pada saat bencana maupun kecelakaan.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan kesiapsiagaan, mitigasi, penanganan, dan evakuasi medis terhadap kelompok rentan. Fokus utama diberikan kepada ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir dalam kondisi bencana atau kedaruratan.</p>
<p>"Tujuan utama dari Perjanjian Kerja Sama ini adalah mewujudkan keterpaduan dan optimalisasi sumber daya. Dengan demikian, respons kita terhadap kedaruratan ibu dan anak dapat lebih cepat dan tepat dalam menyelamatkan nyawa," kata Abdul Rahman.</p>
<p>Ia menjelaskan, kesiapsiagaan SAR pada kedaruratan maternal dan neonatal adalah serangkaian tindakan taktis, penyelamatan, dan evakuasi cepat yang terintegrasi. Tujuannya menangani kondisi kritis medis yang mengancam jiwa ibu hamil dan bersalin (maternal) serta bayi baru lahir usia 0&ndash;28 hari (neonatal). Fokus utamanya adalah meminimalkan keterlambatan penanganan pada saat kedaruratan atau terjadi bencana di wilayah dengan akses terbatas (Mhr) / Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12289</guid>
                <pubDate>Tue, 15 Sep 2026 18:43:57 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA JALIN KERJA SAMA DENGAN KEMENAG DAN DISDIKBUD UNTUK TANAMKAN BUDAYA KESADARAN SAR SEJAK DINI]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-jalin-kerja-sama-dengan-kemenag-dan-disdikbud-untuk-tanamkan-budaya-kesadaran-sar-sejak-dini</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menandatangani 2 Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis di bidang pendidikan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Selasa (28/7/2026) di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jl. H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Penandatanganan ini merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan bidang pencarian dan pertolongan ke dalam sistem pendidikan, mulai dari tingkat Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-Kanak hingga Madrasah Aliyah atau Sekolah tingkat Menengah.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan sinergi ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Sinergi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Bidang Pencarian dan Pertolongan dan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>"Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan sejak dini," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Fokus kerja sama ini adalah mengintegrasikan pengetahuan keselamatan dan pembentukan karakter kesadaran SAR sejak usia dini. Melalui edukasi keselamatan yang terstruktur dan pelatihan kesiapsiagaan di sekolah, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang memiliki ketahanan (resilience) dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_76753135611785248775238.jpg" width="806" height="537"></p>
<p>"Natuna dan Anambas merupakan daerah kepulauan dengan tingkat kerentanan cukup tinggi. Jika sejak di sekolah generasi muda telah dibekali pengetahuan dasar SAR, maka pada saat terjadi kondisi darurat mereka tidak panik dan dapat menjadi penolong pertama bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tambah Abdul Rahman.</p>
<p>Melalui program "SAR Goes to School", Kantor SAR Natuna secara rutin memberikan sosialisasi, diseminasi, hingga pelatihan kepada satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.</p>
<p>Ia berharap, melalui Perjanjian Kerja Sama ini, peningkatan kesadaran generasi muda terhadap keselamatan pada kondisi darurat dan kecelakaan tidak hanya menjadi tugas Kantor SAR, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen pendidikan di Natuna. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12288</guid>
                <pubDate>Thu, 17 Sep 2026 04:28:27 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SINYAL FLARE SELAMATKAN 4 ABK TB AOM 787 YANG TERBALIK DI PERAIRAN ANAMBAS]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sinyal-flare-selamatkan-4-abk-tb-aom-787-yang-terbalik-di-perairan-anambas</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>ANAMBAS </strong>- Sinyal flare yang dinyalakan awak kapal menjadi kunci keselamatan 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) TB AOM 787. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban setelah kapal tunda tersebut terbalik di perairan Kepulauan Anambas, Sabtu (25/7/2026) pukul 23.30 WIB.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, lebih detail menjelaskan TB AOM 787 berangkat dari Tanjung Balai Karimun pada Senin (21/7/2026) sore, dengan tujuan Pulau Serasan, Kabupaten Natuna. Dan diketahui sempat mengalami kendala hingga akhirnya berbalik arah guna melakukan perbaikan dan setelahnya melanjutkan pelayaran.&nbsp;</p>
<p>Pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, kapal mengalami cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang hingga akhirnya terbalik. Seluruh kru kemudian menyelamatkan diri menggunakan <em>liferaft</em>.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_17175720411785121798157.jpg" width="618" height="368"></p>
<p>Upaya pertolongan datang setelah MV Shanghai Voyager berbendera Republik Korea melihat sinyal <em>flare </em>dari <em>liferaft</em>. Kapal milik perusahaan Sinokor Merchant Marine Co., Ltd. yang tengah berlayar dari Malaysia menuju Hong Kong itu kemudian mengevakuasi empat orang kru. Kejadian tersebut berada pada koordinat 02&deg;50.060'N - 105&deg;11.360'E.</p>
<p>"Menurut keterangan para ABK, mereka menyalakan flare sebagai tanda darurat. Pada percobaan kedua, sinyal tersebut berhasil terlihat oleh MV Shanghai Voyager," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>MV Shanghai Voyager selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas. Informasi kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Natuna pada pukul 16.40 WIB.</p>
<p>Menerima laporan dari Basarnas Command Center (BCC), Kantor SAR Natuna langsung berkoordinasi dengan MV Shanghai Voyager. Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati titik koordinat 03&deg;26.50'N - 106&deg;14.50'E sebagai lokasi <em>intercept</em>.</p>
<p>Empat orang ABK WNI tersebut berhasil dipindahkan ke Kapal Puskel Anambas oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 23.30 WIB. Keempatnya diketahui bernama Zulkifli selaku nahkoda, serta Tawakal, Arbain, dan Dodi selaku ABK.</p>
<p>Unsur yang terlibat dalam operasi meliputi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Pos SAR Anambas, Polres Anambas, Koramil Tarempa, BPBD Anambas, dan Lanal Tarempa. Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan penanganan medis dan telah dinyatakan kondisinya stabil.</p>
<p>Abdul Rahman mengapresiasi peran dan dukungan pemerintah daerah serta seluruh unsur SAR Gabungan atas kerja sama dalam proses koordinasi hingga evakuasi.</p>
<p>"Kondisi seperti ini dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, penguatan kesiapsiagaan, kerja sama, dan koordinasi perlu terus ditingkatkan," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan maritim berdasarkan Konvensi SOLAS (<em>Safety of Life at Sea</em>) dari IMO (International Maritime Organization), khususnya Bab 3 mengenai alat penolong dan Bab 5 tentang keselamatan navigasi.&nbsp;</p>
<p>Mengingat meningkatnya laporan kecelakaan kapal akibat cuaca ekstrem di wilayah kerjanya, ia meminta seluruh transportasi laut untuk selalu memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG dan memastikan ketersediaan alat pemberi tanda marabahaya seperti flare, pemancar radio darurat (EPIRB) dan SART, serta alat sederhana seperti senter LED dan cermin sinyal.</p>
<p>Operasi SAR dinyatakan selesai dengan aman dan terkendali. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat. (Mhr)/Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12287</guid>
                <pubDate>Wed, 16 Sep 2026 15:51:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BERUSIA 80 TAHUN, PENGGEMBALA SAPI YANG TERSESAT DI HUTAN DESA TAPAU DITEMUKAN SELAMAT OLEH TIM SAR GABUNGAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/berusia-80-tahun-penggembala-sapi-yang-tersesat-di-hutan-desa-tapau-ditemukan-selamat-oleh-tim-sar-gabungan</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Seorang pengembala sapi berusia 80 tahun berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan setelah dilaporkan tersesat di kawasan kebun, Desa Tapau SP 2, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Selasa (21/7/2026).</p>
<p>Korban dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah setelah berangkat ke kebun untuk mencari rumput sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga sore hari, keluarga bersama warga melakukan pencarian secara mandiri mulai pukul 16.00 WIB. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga pukul 18.00 WIB.</p>
<p>Informasi awal kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna pada pukul 20.00 WIB. Merespons laporan tersebut, satu SRU langsung dikerahkan menuju Desa Tapau untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian membuahkan hasil.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_62943858611784966638298.jpg" width="561" height="420"></p>
<p>Sekitar pukul 21.10 WIB, Tim SAR Gabungan dari unsur SAR, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa, dan masyarakat berhasil menemukan korban pada koordinat 3&deg;52'57.45"N - 108&deg;16'8.30"E, atau sekitar 1,8 km dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun tampak lemah dan mengalami dehidrasi ringan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan korban, ia tidak mengingat jalan pulang. Kondisi hari yang semakin gelap juga menyulitkannya untuk kembali tanpa bantuan penerangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian."Setelah menerima informasi dari keluarga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan memulai penyisiran di sekitar titik perkiraan korban hilang. Alhamdulillah, kurang lebih pukul 21.10 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan yang memadai saat beraktivitas di alam, khususnya di hutan atau kebun."Utamakan keselamatan. Bawa komunikasi, senter, dan informasikan kepada keluarga sebelum berangkat ke kebun," pungkasnya. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12286</guid>
                <pubDate>Fri, 11 Sep 2026 05:54:02 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
