<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://natuna.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://natuna.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:37 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[SAR ingatkan pentingnya peluit, senter, cermin saat di laut dan hutan]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan</link>
                <description><![CDATA[<p>Natuna - Kantor SAR Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di laut maupun hutan agar selalu membawa perlengkapan sederhana seperti peluit, senter, dan cermin, untuk menunjang keselamatan.</p>
<p>Kepala SAR Natuna Abdul Rahman saat dikonfirmasi dari Natuna, Ahad, mengatakan kondisi alam di wilayah Natuna dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu meningkatkan kesiapan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama di laut dan kawasan hutan.</p>
<p>Menurut dia, benda-benda sederhana tersebut memiliki peran penting dalam membantu proses pencarian dan penyelamatan saat kondisi darurat terjadi.</p>
<p>&ldquo;Peluit, senter, dan cermin, dapat menjadi alat komunikasi darurat ketika seseorang mengalami musibah atau tersesat,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Ia menjelaskan dalam kondisi darurat, sinyal bahaya dapat disampaikan menggunakan peluit maupun cahaya untuk mempermudah tim penyelamat menemukan lokasi korban lebih cepat atau menjadi penanda bahwa seseorang sedang berada dalam situasi genting dan membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Kode darurat dengan menggunakan ketiga alat itu dinilai lebih efektif karena bersifat umum, sehingga dapat dipahami oleh siapa saja tanpa bergantung pada bahasa maupun jaringan komunikasi.</p>
<p>Peluit merupakan kode yang bisa ditangkap melalui pendengaran. Untuk penggunaannya, sinyal darurat disampaikan melalui bunyi dengan pola tiga kali tiupan pendek, tiga kali tiupan panjang, lalu tiga kali tiupan pendek lagi.</p>
<p>Melalui pola tersebut, tim penyelamat maupun orang di sekitar dapat mengetahui bahwa ada seseorang yang sedang meminta pertolongan atau berada dalam kondisi darurat.</p>
<p>Sementara itu senter dan cermin digunakan sebagai sinyal darurat melalui cahaya yang dapat ditangkap dengan penglihatan.</p>
<p>Cahaya senter dapat digunakan pada malam hari atau saat kondisi berkabut. Sedangkan cermin dimanfaatkan untuk memantulkan cahaya matahari, bulan, atau sumber cahaya lain ke arah sekitar maupun ke udara sebagai penanda lokasi.</p>
<p>Pola isyarat yang diberikan mirip dengan bunyi, yakni tiga kali kedipan cahaya pendek, tiga kali panjang dan kembali pada kedipan pendek.</p>
<p>&ldquo;Jika hanya menggunakan suara dengan berteriak meminta tolong, itu tidak terlalu efektif karena biasanya hanya terdengar sekitar 50 meter dan bisa tertutup suara ombak laut maupun angin. Selain itu penggunaan alat seperti peluit juga tidak membutuhkan banyak tenaga,&rdquo; katanya.</p>
<p>Selain membawa perlengkapan sederhana tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk menyiapkan alat keselamatan lain, seperti pelampung dan radio komunikasi saat melaut.</p>
<p>Ia menyampaikan pemberitahuan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat sebelum berangkat, baik saat pergi melaut maupun masuk ke kawasan hutan, juga merupakan hal penting lain yang perlu dilakukan.</p>
<p>&ldquo;Pastikan peralatan dalam kondisi baik dan hindari beraktivitas seorang diri. Kesiapan sebelum berangkat sangat penting untuk mengurangi risiko saat terjadi keadaan darurat,&rdquo; ujar Abdul Rahman.<br><br>Mengutip ulang artikel dari sumber : <a href="https://www.antaranews.com/berita/5580529/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan">https://www.antaranews.com/berita/5580529/sar-ingatkan-pentingnya-peluit-senter-cermin-saat-di-laut-dan-hutan</a></p>
<p>Mengutip ulang gambar dari sumber : <a href="https://ariranews.com/24/05/2026/sar-natuna-edukasi-masyarakat-soal-pentingnya-alat-keselamatan-sederhana/">https://ariranews.com/24/05/2026/sar-natuna-edukasi-masyarakat-soal-pentingnya-alat-keselamatan-sederhana/</a>&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12292</guid>
                <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:03 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR NATUNA BERIKAN WORKSHOP PENGETAHUAN DASAR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DI AIR HINGGA PERTOLONGAN MEDIS DASAR]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-natuna-berikan-workshop-pengetahuan-dasar-pencarian-dan-pertolongan-di-air-hingga-pertolongan-medis-dasar</link>
                <description><![CDATA[<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna memberikan workshop pengetahuan dasar tentang pencarian dan pertolongan serta penanggulangan kebakaran pada rangkaian kegiatan Program Kerja Bakti di Ujung Utara 2026 yang digunakan oleh Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga. Selasa (28/7/2026).&nbsp;</span></span></p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_93361313511785379899390.jpg" width="665" height="443"></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kegiatan berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan generasi muda di wilayah kepulauan terhadap potensi kecelakaan, khususnya kecelakaan di perairan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan materi yang diberikan mencakup pengenalan tugas dan fungsi Basarnas, teknik pertolongan di air hingga pertolongan medis dasar.&nbsp;</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Ia menambahkan, kehadiran peran Universitas Airlangga dalam hal ini menggandeng Kantor SAR Natuna dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna untuk memberikan workshop keselamatan kepada pelajar SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut patut mendapat apresiasi. &nbsp;</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">&ldquo;Basarnas tidak bisa bekerja sendiri. Melalui kerja sama dengan Damkar, perguruan tinggi, dan sekolah, kami ingin terus berbagi pengetahuan tentang keselamatan,&rdquo; kata Abdul Rahman.</span></span></p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_19384595021785379918535.jpg" width="672" height="504"></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi, praktik langsung di lapangan, sesi tanya jawab, dan ditutup dengan foto bersama. Peserta yang terdiri dari pelajar UNAIR dan pelajar SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut tampak antusias mengikuti kegiatan.</span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kantor SAR Natuna mendukung kegiatan serupa dapat menjadi teladan dalam penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi kecelakaan di perairan maupun kondisi darurat keselamatan lainnya di wilayah Kabupaten Natuna. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesiapan dan keterampilan dasar untuk menyelamatkan diri dan orang lain saat terjadi kedaruratan. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">(Mhr) / Rilis.</span></span></strong></p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12291</guid>
                <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:37 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR NATUNA DAN UPBU LETUNG ANAMBAS SEPAKAT PERKUAT KOORDINASI SAR DI WILAYAH  KEPULAUAN ANAMBAS]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-natuna-dan-upbu-letung-anambas-sepakat-perkuat-koordinasi-sar-di-wilayah-kepulauan-anambas</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna menandatangani Nota Kesepakatan Koordinasi Operasional dengan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Letung Anambas, Selasa (28/7/2026). Kesepakatan ini mengatur koordinasi penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara di wilayah Anambas dan sekitarnya.</p>
<p>Penandatanganan dilakukan di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan nota kesepakatan ini menjadi pedoman bersama untuk mempercepat pertukaran data dan informasi saat terjadi kedaruratan terhadap penerbangan sipil.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_24794246311785378580069.jpg" width="963" height="642"></p>
<p>"Wilayah udara kepulauan anambas menjadi salah satu wilayah udara dengan aktifitas padat penerbangan. Koordinasi yang cepat dan tepat antara SAR dan otoritas bandara sangat menentukan keberhasilan penanganan kedaruratan pencarian dan pertolongan" ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Nota kesepakatan ini didasarkan pada tugas dan tanggung jawab masing-masing lembaga. Kantor SAR Natuna memiliki wilayah kerja sesuai Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Wilayah Pencarian dan Pertolongan. Sementara UPBU Kelas III Letung Anambas menjalankan tugas sesuai Peraturan Menteri Perhubungan.</p>
<p>Tujuan utama kesepakatan adalah mengoptimalkan koordinasi dan pertukaran informasi terkait penanganan pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat udara secara cepat, tepat, efektif, dan efisien sesuai peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan mekanisme komunikasi darurat serta kesiapsiagaan SAR pada kondisi darurat.</p>
<p>Dalam pelaksanaan operasi, kedua pihak wajib saling memberikan informasi melalui alat komunikasi yang tersedia. Hal ini untuk memastikan kecepatan respons yang tinggi saat menerima laporan kecelakaan. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12290</guid>
                <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA DAN IBI JALIN KERJA SAMA STRATEGIS PERKUAT PENANGANAN KEDARURATAN KELOMPOK RENTAN DI WILAYAH 3T]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-dan-ibi-jalin-kerja-sama-strategis-perkuat-penanganan-kedaruratan-kelompok-rentan-di-wilayah-3t</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Natuna, Selasa (28/7/2026) di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Perjanjian ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat sistem tanggap darurat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan menempatkan keselamatan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir sebagai prioritas utama.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi kondisi geografis Natuna dan Anambas sebagai daerah kepulauan yang rawan bencana dan kecelakaan. Akses ke fasilitas kesehatan rujukan kerap terkendala jarak dan waktu tempuh melalui laut.</p>
<p>"Memandang perlunya keterpaduan, sinergi, dan pemanfaatan potensi keahlian masing-masing, kami bersinergi dengan IBI untuk memastikan tidak ada korban dari kelompok rentan yang tertinggal saat kondisi darurat," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Melalui PKS ini, kedua pihak akan mengintegrasikan fungsi pencarian dan pertolongan dengan pelayanan kesehatan dasar. Kehadiran tenaga medis terdepan, khususnya bidan, dinilai sangat penting dalam penanganan awal kegawatdaruratan medis di lapangan, baik pada saat bencana maupun kecelakaan.</p>
<p>Ruang lingkup kerja sama mencakup peningkatan kesiapsiagaan, mitigasi, penanganan, dan evakuasi medis terhadap kelompok rentan. Fokus utama diberikan kepada ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi baru lahir dalam kondisi bencana atau kedaruratan.</p>
<p>"Tujuan utama dari Perjanjian Kerja Sama ini adalah mewujudkan keterpaduan dan optimalisasi sumber daya. Dengan demikian, respons kita terhadap kedaruratan ibu dan anak dapat lebih cepat dan tepat dalam menyelamatkan nyawa," kata Abdul Rahman.</p>
<p>Ia menjelaskan, kesiapsiagaan SAR pada kedaruratan maternal dan neonatal adalah serangkaian tindakan taktis, penyelamatan, dan evakuasi cepat yang terintegrasi. Tujuannya menangani kondisi kritis medis yang mengancam jiwa ibu hamil dan bersalin (maternal) serta bayi baru lahir usia 0&ndash;28 hari (neonatal). Fokus utamanya adalah meminimalkan keterlambatan penanganan pada saat kedaruratan atau terjadi bencana di wilayah dengan akses terbatas (Mhr) / Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12289</guid>
                <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:36 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA JALIN KERJA SAMA DENGAN KEMENAG DAN DISDIKBUD UNTUK TANAMKAN BUDAYA KESADARAN SAR SEJAK DINI]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-jalin-kerja-sama-dengan-kemenag-dan-disdikbud-untuk-tanamkan-budaya-kesadaran-sar-sejak-dini</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menandatangani 2 Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis di bidang pendidikan dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Selasa (28/7/2026) di Gedung Aula Kantor SAR Natuna, Jl. H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Penandatanganan ini merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan bidang pencarian dan pertolongan ke dalam sistem pendidikan, mulai dari tingkat Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-Kanak hingga Madrasah Aliyah atau Sekolah tingkat Menengah.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan sinergi ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman antara Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Sinergi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Bidang Pencarian dan Pertolongan dan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>"Kami ingin membangun budaya sadar keselamatan sejak dini," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Fokus kerja sama ini adalah mengintegrasikan pengetahuan keselamatan dan pembentukan karakter kesadaran SAR sejak usia dini. Melalui edukasi keselamatan yang terstruktur dan pelatihan kesiapsiagaan di sekolah, diharapkan dapat mencetak generasi muda yang memiliki ketahanan (resilience) dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_76753135611785248775238.jpg" width="806" height="537"></p>
<p>"Natuna dan Anambas merupakan daerah kepulauan dengan tingkat kerentanan cukup tinggi. Jika sejak di sekolah generasi muda telah dibekali pengetahuan dasar SAR, maka pada saat terjadi kondisi darurat mereka tidak panik dan dapat menjadi penolong pertama bagi keselamatan diri sendiri dan orang lain," tambah Abdul Rahman.</p>
<p>Melalui program "SAR Goes to School", Kantor SAR Natuna secara rutin memberikan sosialisasi, diseminasi, hingga pelatihan kepada satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas.</p>
<p>Ia berharap, melalui Perjanjian Kerja Sama ini, peningkatan kesadaran generasi muda terhadap keselamatan pada kondisi darurat dan kecelakaan tidak hanya menjadi tugas Kantor SAR, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh elemen pendidikan di Natuna. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12288</guid>
                <pubDate>Mon, 03 Aug 2026 03:40:03 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SINYAL FLARE SELAMATKAN 4 ABK TB AOM 787 YANG TERBALIK DI PERAIRAN ANAMBAS]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sinyal-flare-selamatkan-4-abk-tb-aom-787-yang-terbalik-di-perairan-anambas</link>
                <description><![CDATA[<p><strong>ANAMBAS </strong>- Sinyal flare yang dinyalakan awak kapal menjadi kunci keselamatan 4 orang Anak Buah Kapal (ABK) TB AOM 787. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban setelah kapal tunda tersebut terbalik di perairan Kepulauan Anambas, Sabtu (25/7/2026) pukul 23.30 WIB.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, lebih detail menjelaskan TB AOM 787 berangkat dari Tanjung Balai Karimun pada Senin (21/7/2026) sore, dengan tujuan Pulau Serasan, Kabupaten Natuna. Dan diketahui sempat mengalami kendala hingga akhirnya berbalik arah guna melakukan perbaikan dan setelahnya melanjutkan pelayaran.&nbsp;</p>
<p>Pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, kapal mengalami cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang hingga akhirnya terbalik. Seluruh kru kemudian menyelamatkan diri menggunakan <em>liferaft</em>.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_17175720411785121798157.jpg" width="618" height="368"></p>
<p>Upaya pertolongan datang setelah MV Shanghai Voyager berbendera Republik Korea melihat sinyal <em>flare </em>dari <em>liferaft</em>. Kapal milik perusahaan Sinokor Merchant Marine Co., Ltd. yang tengah berlayar dari Malaysia menuju Hong Kong itu kemudian mengevakuasi empat orang kru. Kejadian tersebut berada pada koordinat 02&deg;50.060'N - 105&deg;11.360'E.</p>
<p>"Menurut keterangan para ABK, mereka menyalakan flare sebagai tanda darurat. Pada percobaan kedua, sinyal tersebut berhasil terlihat oleh MV Shanghai Voyager," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>MV Shanghai Voyager selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas. Informasi kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Natuna pada pukul 16.40 WIB.</p>
<p>Menerima laporan dari Basarnas Command Center (BCC), Kantor SAR Natuna langsung berkoordinasi dengan MV Shanghai Voyager. Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati titik koordinat 03&deg;26.50'N - 106&deg;14.50'E sebagai lokasi <em>intercept</em>.</p>
<p>Empat orang ABK WNI tersebut berhasil dipindahkan ke Kapal Puskel Anambas oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 23.30 WIB. Keempatnya diketahui bernama Zulkifli selaku nahkoda, serta Tawakal, Arbain, dan Dodi selaku ABK.</p>
<p>Unsur yang terlibat dalam operasi meliputi Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Pos SAR Anambas, Polres Anambas, Koramil Tarempa, BPBD Anambas, dan Lanal Tarempa. Setelah dievakuasi, seluruh korban dibawa ke RSUD Tarempa untuk mendapatkan penanganan medis dan telah dinyatakan kondisinya stabil.</p>
<p>Abdul Rahman mengapresiasi peran dan dukungan pemerintah daerah serta seluruh unsur SAR Gabungan atas kerja sama dalam proses koordinasi hingga evakuasi.</p>
<p>"Kondisi seperti ini dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, penguatan kesiapsiagaan, kerja sama, dan koordinasi perlu terus ditingkatkan," ujarnya.</p>
<p>Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan maritim berdasarkan Konvensi SOLAS (<em>Safety of Life at Sea</em>) dari IMO (International Maritime Organization), khususnya Bab 3 mengenai alat penolong dan Bab 5 tentang keselamatan navigasi.&nbsp;</p>
<p>Mengingat meningkatnya laporan kecelakaan kapal akibat cuaca ekstrem di wilayah kerjanya, ia meminta seluruh transportasi laut untuk selalu memantau informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG dan memastikan ketersediaan alat pemberi tanda marabahaya seperti flare, pemancar radio darurat (EPIRB) dan SART, serta alat sederhana seperti senter LED dan cermin sinyal.</p>
<p>Operasi SAR dinyatakan selesai dengan aman dan terkendali. Seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat. (Mhr)/Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12287</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:38 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[BERUSIA 80 TAHUN, PENGGEMBALA SAPI YANG TERSESAT DI HUTAN DESA TAPAU DITEMUKAN SELAMAT OLEH TIM SAR GABUNGAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/berusia-80-tahun-penggembala-sapi-yang-tersesat-di-hutan-desa-tapau-ditemukan-selamat-oleh-tim-sar-gabungan</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Seorang pengembala sapi berusia 80 tahun berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan setelah dilaporkan tersesat di kawasan kebun, Desa Tapau SP 2, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Selasa (21/7/2026).</p>
<p>Korban dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah setelah berangkat ke kebun untuk mencari rumput sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga sore hari, keluarga bersama warga melakukan pencarian secara mandiri mulai pukul 16.00 WIB. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga pukul 18.00 WIB.</p>
<p>Informasi awal kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna pada pukul 20.00 WIB. Merespons laporan tersebut, satu SRU langsung dikerahkan menuju Desa Tapau untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian membuahkan hasil.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_62943858611784966638298.jpg" width="561" height="420"></p>
<p>Sekitar pukul 21.10 WIB, Tim SAR Gabungan dari unsur SAR, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa, dan masyarakat berhasil menemukan korban pada koordinat 3&deg;52'57.45"N - 108&deg;16'8.30"E, atau sekitar 1,8 km dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun tampak lemah dan mengalami dehidrasi ringan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan korban, ia tidak mengingat jalan pulang. Kondisi hari yang semakin gelap juga menyulitkannya untuk kembali tanpa bantuan penerangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian."Setelah menerima informasi dari keluarga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan memulai penyisiran di sekitar titik perkiraan korban hilang. Alhamdulillah, kurang lebih pukul 21.10 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan yang memadai saat beraktivitas di alam, khususnya di hutan atau kebun."Utamakan keselamatan. Bawa komunikasi, senter, dan informasikan kepada keluarga sebelum berangkat ke kebun," pungkasnya. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12286</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:39 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SAR GOES TO SCHOOL, PERSONEL SAR SERASAN BERI PEMBEKALAN DI MPLS SMA N 1 SERASAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/sar-goes-to-school-personel-sar-serasan-beri-pembekalan-di-mpls-sma-n-1-serasan</link>
                <description><![CDATA[<p>Natuna - Personel Unit Siaga SAR Serasan Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna mendukung pembekalan materi SAR kepada siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Serasan, Selasa (21/7/2026). Dengan tema "Membangun Kesiapsiagaan di Sekolah", kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Serasan sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).</p>
<p>Program "SAR Goes to School" ini merupakan upaya Kantor SAR Natuna untuk menanamkan budaya keselamatan sejak dini kepada generasi muda. Langkah ini dinilai penting mengingat Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan salah satu wilayah 3T dan perbatasan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana dan potensi kecelakaan.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, personel menyampaikan materi dasar kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Siswa juga diberikan materi dan praktik Medical First Responder (MFR), khususnya teknik pemindahan korban. Sesi tanya jawab interaktif turut dilakukan untuk memastikan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. "Kami hadir ke sekolah untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan dasar. Harapannya, para siswa tidak hanya memahami potensi risiko di sekitar, tetapi juga mampu mengambil langkah awal yang tepat ketika menghadapi keadaan darurat," ujar Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Kantor SAR Natuna menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan edukasi keselamatan SAR kepada masyarakat. Penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah kepulauan dan perbatasan menjadi salah satu prioritas dalam mendukung arah kebijakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. (Mhr)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12285</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:39 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA TERUS GELAR PENCARIAN, SOLIDARITAS WARGA SUBI JADI KEKUATAN UTAMA]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-terus-gelar-pencarian-solidaritas-warga-subi-jadi-kekuatan-utama</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Sabtu, 20/6/2026. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna terus menggerakkan operasi pencarian terhadap nelayan Arif, 26 tahun, yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Subi sejak Kamis, 18 Juni 2026.</p>
<p>Memasuki hari kedua, Sabtu 20 Juni 2026, operasi difokuskan pada penyisiran area laut dan pesisir barat Pulau Subi. Luas area pencarian mencapai 222 mil laut persegi yang dibagi ke beberapa sektor agar cakupan lebih maksimal.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_8117398711784279184838.webp" width="1108" height="831"></p>
<p>"Tim SAR Gabungan bergerak sejak pukul 07.20 WIB dari Pelabuhan Nelayan Desa Subi. Kami mengerahkan 1 unit Rigid Buoyant Boat/RBB dan dukungan 30 kapal pompong milik masyarakat dari 6 desa di Kecamatan Subi," jelas Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.</p>
<p>Beliau menambahkan, kuatnya solidaritas warga menjadi kunci kelancaran operasi. "Keterlibatan 30 unit &nbsp;pompong milik nelayan Subi menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat yang luar biasa. Ini sangat membantu memperluas jangkauan pencarian di lapangan," ujarnya.</p>
<p>Kantor SAR Natuna mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR gabungan, seluruh aparat desa meliputi TNI - Polri dan Dishub, kecamatan, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia/HNSI Kecamatan Subi. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan nelayan adalah tanggung jawab bersama.</p>
<p>Operasi masih akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan potensi lokal dan dukungan masyarakat hingga korban ditemukan. (Mhr) / Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12284</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[Warga Binjai Tersambar Petir Saat Mencari Kepiting, Tim SAR Evakuasi Korban, meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat mencari kepiting di Sungai Penarik.]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/warga-binjai-tersambar-petir-saat-mencari-kepiting-tim-sar-evakuasi-korban-meninggal-dunia-setelah-diduga-tersambar-petir-saat-mencari-kepiting-di-sungai-penarik</link>
                <description><![CDATA[<p>Natuna &ndash; Seorang warga Desa Binjai, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat mencari kepiting di Sungai Penarik, Sabtu (20/6/2026).Referensi Geografis</p>
<p>Korban diketahui bernama Yakuf (61). Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.50 WIB ketika korban sedang mencari kepiting di sekitar Sungai Penarik. Saat itu, cuaca dilaporkan hujan disertai petir yang diduga menjadi penyebab korban tersambar.</p>
<p>Kepala Desa Binjai, Rosyid, melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna pada pukul 12.04 WIB setelah warga bersama aparatur desa melakukan pencarian awal.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Kantor SAR Natuna segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.</p>
<p>Namun, di tengah perjalanan, tim menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh warga dan dievakuasi menggunakan pompong nelayan menuju Pelabuhan Binjai. Setibanya di pelabuhan, Tim Rescue membantu proses evakuasi dan menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, S.E., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR dan masyarakat yang bergerak cepat dalam proses pencarian dan evakuasi.</p>
<p>&ldquo;Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka, terutama ketika kondisi cuaca memburuk dan disertai hujan serta petir. Kami mengimbau masyarakat agar segera menghentikan aktivitas di sungai, laut, maupun area terbuka apabila muncul tanda-tanda cuaca ekstrem demi menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan jiwa,&rdquo; ujar Abdul Rahman.</p>
<p>Operasi evakuasi melibatkan Kantor SAR Natuna, Polsek Bunguran Barat, Koramil Bunguran Barat, Puskesmas Bunguran Tengah, aparatur Desa Binjai, serta masyarakat setempat. Tim menggunakan Rescue Car, pompong nelayan, peralatan medis, peralatan evakuasi, radio komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.</p>
<p>Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Saat proses operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan dengan suhu sekitar 28 derajat Celsius, angin berkecepatan 10 knot bertiup dari arah barat daya.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12283</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[HARI KEEMPAT, PENCARIAN NELAYAN HILANG DI PERAIRAN SUBI TERUS DIGENCARKAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/hari-keempat-pencarian-nelayan-hilang-di-perairan-subi-terus-digencarkan</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA &mdash; Pencarian terhadap nelayan yang dilaporkan hilang kontak di perairan Pulau Subi memasuki hari keempat, Senin, 22 Juni 2026. Tim SAR gabungan bersama masyarakat terus mengintensifkan penyisiran di seluruh area yang diduga menjadi lokasi korban.</p>
<p>Sejak hari pertama, sinergi antara Tim SAR gabungan di lingkungan pemerintah, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia/HNSI Kecamatan Subi, dan masyarakat nelayan setempat menjadi kekuatan utama operasi. Armada kapal nelayan yang digerakkan HNSI Subi tidak berkurang, menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sesama pelaut.</p>
<p>&ldquo;Hingga hari keempat ini, semangat gotong royong masyarakat Subi tidak surut. Kapal-kapal nelayan yang dikoordinasikan HNSI terus melaut bersama Tim SAR untuk menyisir perairan. Ini wujud nyata kuatnya solidaritas antarpelaut di Kecamatan Subi, Kabupaten Natuna,&rdquo; terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan/Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_18168915711784277756257.jpg" width="857" height="482"></p>
<p>Kantor SAR Natuna memimpin operasi dan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor. Pembagian sektor dilakukan agar penyisiran lebih terfokus dan optimal.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna menegaskan, operasi akan terus dilanjutkan selama masih ada peluang korban ditemukan. &ldquo;Kami bersama HNSI Subi dan seluruh unsur terkait berkomitmen melanjutkan pencarian terhadap Arif. Evaluasi, pemanfaatan sumber daya unsur SAR lokal, serta perluasan area terus kami lakukan agar upaya pencarian lebih maksimal,&rdquo; tegasnya.</p>
<p>Pencarian hari keempat difokuskan pada penyisiran laut dengan mengoptimalkan keterlibatan kapal nelayan binaan HNSI Subi. Tim SAR gabungan berharap dukungan dan doa masyarakat agar korban segera ditemukan. (Mhr) / Rilis</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12282</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UPDATE: NAHKODA KM. OCEAN THREE DITEMUKAN SELAMAT DI DEPAN PIAN PADANG]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/update-nahkoda-km-ocean-three-ditemukan-selamat-di-depan-pian-padang</link>
                <description><![CDATA[<p>UPDATE: NAHKODA KM. OCEAN THREE DITEMUKAN SELAMAT DI DEPAN PIAN PADANG</p>
<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna melaporkan perkembangan terbaru Operasi SAR KM. Ocean Three. Nahkoda kapal berhasil ditemukan selamat di depan Pian Padang, Minggu, 28 Juni 2026 pukul 11.48 WIB.</p>
<p>Korban yang ditemukan atas nama Bapak Wan Zaidan, 47 tahun, Laki-laki, yang menjabat sebagai Nahkoda KM. Ocean Three. Ia dievakuasi pada koordinat 3&deg; 40.299'N 108&deg; 20.947'E oleh KAL Sengiap milik Lanal Ranai bersama KKP.</p>
<p>"Pada Minggu Siang 28 Juni 2026 pukul 11.48 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi Nahkoda KM. Ocean Three atas nama Wan Zaidan dalam keadaan selamat," ujar Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman.</p>
<p>Berdasarkan keterangan dari Nahkoda, sebelumnya terdapat tiga orang di atas fiber. Namun, mulai malam sebelumnya ketiganya terpisah dan diperkirakan terbawa arus ke arah utara.&nbsp;</p>
<p>Saat ini, dua ABK lainnya masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan, yaitu Bapak Yoga, 59 tahun, dan Bapak Arip, 57 tahun. Tim SAR Gabungan telah memperluas area pencarian ke arah utara sesuai estimasi pergeseran arus. Sementara operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan masih terus dilanjutkan. (Mhr) / Rilis.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12281</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:42 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UPDATE: 1 ABK KM. OCEAN THREE DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA DI PERAIRAN PIAN PADANG]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/update-1-abk-km-ocean-three-ditemukan-meninggal-dunia-di-perairan-pian-padang</link>
                <description><![CDATA[<p>NATUNA - Tim SAR Gabungan Operasi SAR KM. Ocean Three kembali menemukan perkembangan terbaru. Satu orang Anak Buah Kapal/ABK ditemukan meninggal dunia mengapung di sekitar Perairan Pian Padang, Senin, 29 Juni 2026.</p>
<p>Korban ditemukan pada koordinat 03&deg;42.00' LU, 108&deg;24.00' BT sekitar pukul 09.10 WIB oleh unsur SAR Nelayan.&nbsp;</p>
<p>"Menerima laporan dari salah satu nelayan mitra Bakamla Ranai, Kantor SAR Natuna langsung mengerahkan satu tim menggunakan Rigid Buoyant Boat/RBB menuju lokasi penemuan untuk mempercepat proses evakuasi," jelas Budiman, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Natuna.</p>
<p>Korban ditemukan, kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Penagi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada mobil jenazah Puskesmas Ranai Natuna untuk dibawa menuju rumah duka.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil pernyataan dari identifikasi pihak keluarga dengan melihat tanda lahir pada korban, korban merupakan ABK KM. Ocean Three atas nama Arip, 20 tahun, warga Desa Singgang Bulan, Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi atas dukungan nelayan dan seluruh unsur yang terlibat.&nbsp;</p>
<p>"Kami mengucapkan terima kasih kepada unsur SAR Nelayan yang segera melaporkan temuan ini. Dengan ditemukannya korban atas nama Arip (21), maka saat ini Tim SAR Gabungan masih menyisakan satu orang ABK yang masih dalam upaya pencarian, yaitu saudara Yoga, 21 tahun. Setelah hari sebelumnya sang Nahkoda atas nama Wan Zaidan (47) berhasil di evakuasi dengan selamat oleh unsur SAR Lanal Ranai dan PSDKP. Operasi pencarian akan terus kami lanjutkan dengan mambagi sektor area pencarian bersama unsur SAR Gabungan, ke arah utara sesuai dengan pola pergerakan arus," tegas Abdul Rahman. (Mhr) / Rilis</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12280</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:41 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[UNIT SIAGA SAR PULAU LAUT GELAR EDUKASI DAN LATIH RENANG BAGI PELAJAR DI WILAYAH TERDEPAN NATUNA]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/unit-siaga-sar-pulau-laut-gelar-edukasi-dan-latih-renang-bagi-pelajar-di-wilayah-terdepan-natuna</link>
                <description><![CDATA[<p>*NATUNA* - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna melalui Unit Siaga SAR Pulau Laut menyelenggarakan program edukasi dan latihan dasar berenang bagi pelajar di wilayah terdepan Kabupaten Natuna. Program ini juga dirangkaikan dengan pengenalan dan praktik penggunaan alat keselamatan di laut.</p>
<p>Pulau Laut merupakan salah satu pulau terluar di perbatasan utara Kabupaten Natuna. Melalui Unit Siaga SAR yang berada di wilayah ini, Kantor SAR Natuna hadir sebagai perpanjangan tangan negara dalam membangun budaya keselamatan maritim sejak usia dini.</p>
<p>"Melatih keterampilan dasar berenang kepada anak-anak di wilayah kepulauan adalah investasi keselamatan jangka panjang," ujar Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, Rabu, 8 Juli 2026.</p>
<p>Program yang telah berjalan sejak awal Juni 2026 ini menyasar pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Hingga saat ini kegiatan telah dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Air Payang dan Desa Tanjung Pala, dan akan terus berlanjut ke desa-desa lain.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_20906276511784275660540.jpg" width="566" height="686"></p>
<p>Pelaksanaan kegiatan dilakukan 3 kali dalam seminggu, setiap hari Selasa, Kamis, dan Minggu. Bagi pelajar yang berminat dapat mengikuti pelatihan secara gratis dengan mendaftarkan diri melalui Unit Siaga SAR Pulau Laut.</p>
<p>Sebelum pelaksanaan, Kantor SAR Natuna terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Laut hingga tingkat desa, sebagai bentuk sinergi.&nbsp;</p>
<p>Materi yang diberikan meliputi teknik dasar berenang gaya bebas dan gaya dada, serta pengenalan dan simulasi penggunaan alat keselamatan di laut. Seluruh pelatihan dipandu langsung oleh instruktur renang dari Kantor SAR Natuna.</p>
<p>"Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak kami di Pulau Laut tidak hanya memiliki keterampilan untuk menyelamatkan diri, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan pemahaman yang positif terhadap laut sebagai ruang hidup mereka," harap Abdul Rahman.</p>
<p>Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Kantor SAR Natuna dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah 3T dan perbatasan, selaras dengan arah kebijakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. (Mhr) / Rilis</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12279</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 17:54:44 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[KANTOR SAR NATUNA GELAR LATIHAN SAR DI AIR, PERKUAT KESIAPSIAGAAN DI WILAYAH PERBATASAN]]></title>
                <link>https://natuna.basarnas.go.id/berita/kantor-sar-natuna-gelar-latihan-sar-di-air-perkuat-kesiapsiagaan-di-wilayah-perbatasan</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>NATUNA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menggelar Latihan Satuan Pencarian dan Pertolongan di Air selama dua hari, 14 hingga 15 Juli 2026. Latihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan personel menghadapi dinamika operasi di wilayah perairan.</p>
<p>Penyelenggaraan latihan menjadi respons langsung atas karakteristik geografis Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas, yang 97 persen wilayahnya berupa perairan.&nbsp;</p>
<p>"Latihan ini merupakan bagian penting dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kualitas kemampuan dan kesiapsiagaan, baik secara individu maupun sebagai satu kesatuan tim," ujar Budiman, Kasubsie Siaga dan Operasi mewakili Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman dalam amanat pembukaan latihan.</p>
<p><img src="https://natuna.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_76839831611784275153363.jpg" width="700" height="466"></p>
<p>Lebih lanjut Ia menegaskan, kondisi geografis Natuna-Anambas menuntut standar kesiapsiagaan yang lebih tinggi. Rentang jarak antar pulau yang jauh, dinamika cuaca ekstrem, serta tingginya aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab dengan kemampuan teknis dan taktis yang teruji.</p>
<p>Latihan yang dipusatkan di kolam renang dan perairan Pulau Senoa ini secara khusus dirancang untuk mengasah kemampuan teknis, menguji kesiapan mental dan fisik, memperkuat soliditas tim, serta menanamkan disiplin sebagai garda terdepan pelayanan SAR. Kegiatan ini juga menjadi instrumen evaluasi untuk terus menyempurnakan prosedur operasi standar dan efektivitas koordinasi antar unsur di lapangan.</p>
<p>"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dalam setiap operasi SAR di laut, sekecil apa pun kelalaian dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, keberhasilan latihan tidak semata diukur dari capaian teknis, tetapi juga dari kemampuan kita menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan selamat," tegasnya.</p>
<p>Ia menambahkan, penguatan latihan secara berkala adalah wujud komitmen Kantor SAR Natuna untuk memastikan setiap personel siap dikerahkan setiap saat. Tujuannya, memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang profesional, tersinergi dan militan kepada masyarakat di wilayah perbatasan. (Mhr) / Rilis</p>]]></description>
                <author><![CDATA[admin natuna <admin.natuna@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://natuna.basarnas.go.id/12278</guid>
                <pubDate>Sun, 02 Aug 2026 07:37:40 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
