Seorang pengembala sapi berusia 80 tahun berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan, Kabupaten Natuna, Selasa (21/7/2026).

NATUNA - Seorang pengembala sapi berusia 80 tahun berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan setelah dilaporkan tersesat di kawasan kebun, Desa Tapau SP 2, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Selasa (21/7/2026).

Korban dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah setelah berangkat ke kebun untuk mencari rumput sekitar pukul 14.00 WIB. Hingga sore hari, keluarga bersama warga melakukan pencarian secara mandiri mulai pukul 16.00 WIB. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga pukul 18.00 WIB.

Informasi awal kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna pada pukul 20.00 WIB. Merespons laporan tersebut, satu SRU langsung dikerahkan menuju Desa Tapau untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian membuahkan hasil.

Sekitar pukul 21.10 WIB, Tim SAR Gabungan dari unsur SAR, Koramil, Polsek, Pemerintah Desa, dan masyarakat berhasil menemukan korban pada koordinat 3°52'57.45"N - 108°16'8.30"E, atau sekitar 1,8 km dari lokasi awal korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan dalam keadaan selamat, namun tampak lemah dan mengalami dehidrasi ringan.

Berdasarkan keterangan korban, ia tidak mengingat jalan pulang. Kondisi hari yang semakin gelap juga menyulitkannya untuk kembali tanpa bantuan penerangan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian."Setelah menerima informasi dari keluarga, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan memulai penyisiran di sekitar titik perkiraan korban hilang. Alhamdulillah, kurang lebih pukul 21.10 WIB korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Abdul Rahman.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mempersiapkan perlengkapan dan perbekalan yang memadai saat beraktivitas di alam, khususnya di hutan atau kebun."Utamakan keselamatan. Bawa komunikasi, senter, dan informasikan kepada keluarga sebelum berangkat ke kebun," pungkasnya. (Mhr)